Goyangan Pacarku yang Nikmat

Posted on

Cerita Hot – Cerita nyataku kali ini sudah terjadi cukup lama, sekitar 6 tahun yang lalu yang saat itu aku maish kuliah disalah satu perguruan tinggi terkenal dijakarta. Panggil saja aku Angga, saat ceritaku ini kualami, aku masih berumur 22 tahun. Setelah beberapa tahun aku sempet lupa dengan kejadian ini, seketika ingatan itu muncul lagi dan aku langsung menuliskannya dalam ceritaku ini. Kisahku dengan seorang mahasiswi cantik bernama Zella. Begini ceritanya..

Perkenalkanku dengan Zella berawal saat aku ngekost disuatu rumah dan Zella itu adalah cucu dari yang punya kost tersebut. Pertamanya sikap kita amsing-masing biasa saja, namun setelah beberapa bulan dikost tersebut, aku jadi akrab dengannya. Usia Zella terpaut 3 tahun diatasku, dia juga bukan asli Jakarta, namun dia juga kuliah dijakarta namun tak sekampus denganku. Dari yang kuketahui, ortu Zella sudah bercerai dan Zella memutuskan unutk ikut neneknya, selain juga bisa dapat perhatian, dia juga dekat dengan kampus kuliahnya.

Kedekatanku dengan Zella semakin berlanjut, hingga akhirnya aku berpacaran dengannya. Beruntung sekali aku punya kekasih Zella karena wajahnya yang cantik, kulitannya putih mulus, hidungnya mancung, matanya indah sekali dengan warna sedikit kebiru-biruan, tubhnya seksi pokoknya sangat perfect sekali. Saat itu, aku ngekost dirumah yang aslinya adalah tempat kost cewek, namun entah kenapa ibu kost menerimaku. Mungkin karena wajahku yang lugu dan sopan jadi ibu kost menerimaku.

Saat pertama pacaran dengan Zella, Zella bisa dibilang pelit maslaah bermesraan. Mau pegang tangnnya aja sulit banget hingga tak terpikirkan olehku untuk mencium bibir tipisnya apalagi ngentot dengannya. Disatu sisi, aku sendiri bisa dikatakan cowok yang hypersex dan unutk melampiaskan birahi nafsuku, aku sering melakukan onani dan sampai sekarang aku masih melakukannya. Setiap gairah sex dan birahi nafsuku bangkit, aku selalukan kegiatan itu dikamar sambil nonton film porno dan ngocok k0ntolku sendiri ngecrot dan terpuaskanlah hasratku.

Setelah sebula aku berpacaran dengan Zella, dengan segala rayuanku akhirnya Zella mau aku cium juga, namun baru sebatas pipi saja. Dan setelah mendapatkan ijin nya, aku selalu ingin saja menciumi pipi dan bahkan bibir tipis Zella setiap saat kita bersamaan. Sampai pada suatu malam, saat itu jam menunjukkan jam 21.30, dikost yang tersisa hanya aku, Zella dan Erma (anak kost yang lain) yang masih asik menonton televisi diruang santai. Anak kost yang lainnya dan juga termasuk ibu kost sudah tidur sedari tadi. Saat itu, Erma duduk didepan agak dekatr dengan televisi dan aku duduk sedikit kebelakang dengan Zella. Sementara lampu penerangan diruang santai itu selalu kami matikan jika sedang meononton suatu acara hingga suasana diruang santai tersebut sangat remang-remang sekali. Malam itu Zella memakai kaos setrit dan rok yang sangat minim dan saat itu kulihat Zella masih focus dengan acara TV tersebut.

Kuambil kesempatan dengan saat Erma tak melihat kebelakang, kurangkulkan tanganku ke pinggang Zella. Namun entah kenapa, malam itu Zella tidak menepis tanganku. Zellla malah merangkul pundakku dan menyenderkannya dibahunya. Sesekali saat iklan, Zella pura-pura menepis tanganku agar perbuatanku gak diketahui Erma dan saat film diputar lagi, kulingkarkan tanganku kepinggang Zella lagi.

“I love you Sayang” Bisikku di telinga Zella

Kemudian Zella menoleh kearahku dan tanpa sepenglihatan Erma, Zella mencium pipiku. Baru pertama kali aku dicium seorang cewek dengan tanpa aku minta. Keadaan ini tiba-tiba membuat pikiran di otak’ku jadi porno ditambah ketika Zella meremas tanganku yang saat itu masih melingkar dipinggangnya dan matanya yang sayu sekilas menoleh kearah Erma yang masih melongo didepan televisi. Ditambah ruangan yang remang-remang, maka sesekali tanganku meremas toket montok Zella. Tubh Zella menggelinjang dan sesekali menahan nafasnya. Kaki kanannya ditekuk, sehingga ketika tangan kiriku masuk didalam rok bagian bawahnya yang sedikit terbuka, sama sekali Erma gak mengetahuinya. Mungkin saking konsennya Erma dengan film yang dia tonton atau mungkin juga Erma udah ngantuk karena kulihat dari tadi sesekali Erma mengangguk seperti orang ketiduran.

Sekarang ciumanku semakin bergairah, kutelusuri leher Zella yang putih mulus sementara tangan kiriku kugesek-gesekkan pelan-pelan di m3mek Zella yang masih terbalut CD-nya. Zella mendesah dan mukanya mendongak keatas saat kurasakan CD-nya mulai basah dan terasa hangat. Mungkin Zella merasakan kenikmatan, pikirku. Tanganku sekarang mulai basah oleh cairan kemaluan Zella, buru-buru kutarik tanganku dari dalam rok Zella dan saat itu tiba-tiba Erma bangkit dan melihat kearah kami. Kami bersikap seolah sedang konsen nonton juga.

“Aku ngantuk, aku tidur duluan ya..” Kata Erma

Lalu Erma meninggalkan kita dan masuk kedalam kamarnya dan langsung mengunci pintunya. Aku yang tadi sedikit gugup, bersorak girang saat Erma berpamitan mau tidur. Kupikir Erma setidaknya gak mengetahui perbuatanku dengan Zella. Zella yang diam saja sejak tadi sekarang matanya tertuju pada acraa televisi. Kutahu kalo Zella sebenarnya juga hanya pura-pura nonton, maka ketika tubuhnya kupeluk dan bibirnya kuciumi, Zella malah membalas ciumanku dengan mesranya.

“Jangan disini yank, nanti malah ada yang lihat” Bisik Zella ditelingaku yang membangkitkan gairah sex ku

Segera kuraih tangan Zella dan setelah kumatikan televisinya dan mengunci kamar Zella, kuajak Zella kekamar sebelah yang masih kosong. Karena kupikir disinilah tempat yang aman karena setiap yang mau masuk kamar ini harus lewat pintu belakang atau depan dulu. Kami berjalan sangat pelan-pelan sekali agar anak kost yang lainnya tak mengetahui, dan saat membuka pintu kamar, kau juga snagat hati-hati, karena suranya sedikit keras. Setelah masuk dalam kamar dan kukunci dari dalam, kunyalakan lampu kamar dan kuhampiri Zella yang sudah duduk di ranjang.

“Aku sayang kamu Zell” ucapku disamping Zella

Mendengar itu Zella pun menatapku penuh arti. Perlahan kudekatkan wajahku diwajahnya, dan dengan perlahan aku mulai mencium bibir mungilnya dan Zella pun membalas ciumanku yang membuat lidah kami sekarang sudah saling beradu. Nafas kami semakin memburu mendapat rangsangan yang semakin bergelora. Desahan Zella semakin membangkitkan birahi nafsu sex’ku. Kuturunkan ciumanku keleher Zella dan tangannya menarik rambutku. Aku tahu sekarang Zella udah terangsang hingga nafasnya selalu mengeluarkan desahan, kemudian dengan cepat kulepaskan kaosnya. Toeketnya sangat padat berisi ditutupi oleh Bra yang berwarna krem tersebut. Kulitnya sangat putih mulus sekali, tak ada cacat sedikitpun ditubuhnya. Lalu bibir kami pun kembali berciuman, sementara tanganku sibuk melepaskan pengait Bra-nya dan sesaat kemudian kedua buah dadanya menyembul keluar dan sudah mengeras yang kini tanpa ditutupi apa-apa lagi. Kuelus-elus kedua putting susunya dan Zella pun tersenyum manja kearahku.

“Lakukanlah Sayaaaang” kata Zella

Tak pakai lama lagi, langsung saja kujilati toket montoknya secara bergantian. Sementara tangan Zella membantu tanganku melepaskan kaos yang masih kupakai. Kuciumi payudara dan juga putting susunya hingga bagian dada Zella basah. Malam itu aku snagat beruntung sekali bisa menikmati tubuh Zella yang snagat menggairahkan itu. Tangan kananku mulai nakal dan sekarang sudah merambah turun masuk kedalam rok Zella dan kugesek-gesekkan tanganku pelan dibibir m3meknya. Badan Zella menggelinjang menahan nikmat, sesekali tangannya juga ikut digesek-gesekkan kesekitar kemaluannya sendiri.

Bibir Zella terus mendesah menahan kenikmatan yang kuberikan. Matanya terpejam dan tak berapa lama kurasakan m3meknya sudah basah. Kemudian kami mulai melepaskan celana kami masing-masing hingga badan kami sekarang telanjang bulat. Tubuh Zella sangat indah sekali, apalagi saat kulihat memeknya yang terselip diantara kedua selangkangannya itu sangat putih mulus sekali.

“Indah sekali punyamu Zell, bersih dan sangat mempesona” kataku terpana

Memang sangat mulus sekali,ditambah dengan jembut yang sangat lebat disekitar kemaluannya tersebut.

“Rudalmu juga gede dan sangat keras. Aku suka itu yank” Balasnya sambil tangannya mencubit k0ntolku yang sudah tegak dan sangat keras dari tadi.

“Come here Sayaaaang” ujar Zella menggairahkan

Kutahu Zella udah sangat terangsang maka kusuruh Zella terlentang diatas ranjang. Dan kuposisikan tubuhku terbalik dengan tubuh Zella,jadi kami bergaya 69. Kuciumi ujung kaki Zella pelan-pelan dan kemudian ciumanku mengarah kem3meknya. Kukecup bibir mekinya yang sudah basah, kujilati itilnya sementara mulut Zella juga sibuk mengulum dan mengocok kontolku. Bibir m3mek Zella yang merah merona itu kulumat habis tak tersisa. Eeehhhmmm, sangat nikmat sekali m3mek kamu Zell, ucapku dalam hati. Ciumanku terus menikmati itil Zella, hingga sekitar memeknya semakin basah oleh cairan ludahku dan juga cairan yang meleleh keluar dari kemaluannya.

Jari tengahku kucoba kumasukkan dilubang m3meknya dan kudengar Zella mendesah pelan saat jariku kutekan keluar masuk.

“Aaaagghh.. nikmat sekali sayang..Ooouuhhh…” desah Zella

Kugesekkan kedua jariku diantara bibir memeknya dan Zella semakin menahan nikmat. 10menit berselang kuhentikan gesekkan tanganku dan kulihat Zella sedikit kecewa saat aku menghentikan permainan jariku.

“Tenang sayaang, jangan cemberut, aku masih ada permainan yang lebih menarik dan lebih nikmat lagi” kataku

“Sekarang aku yang mengatur ritme permainan ya?” ujar Zella

Aku hanya mengangguk dan jujur aja, aku lebih suka kalau cewek yang agresif. Zella pun bangun dan tubuhku masih terlentang diatas ranjang.

“Aku yang main diatas yaaa tapi jangan kamu tusuk dulu lhoo ya” ujarnya

Takmpakai lama lagi, tubuh Zella langsung menindih tubuhku dan tangan kanannnya membimbing k0ntolku yang telah berdiri tegak dan dengan perlahan akhirnya “Bleeeeessss…….ah” Zella merasa bahagia saat seluruh k0ntolku menembus m3meknya dan terus masuk dan masuk lagi menuju lubang kenikmatan yang paling dalam. Zella mengoyang-goyangkan pinggulnya dan sesekali goyangannya memutar-mutar, bergerak mundur maju membuat k0ntolku yang tertanam didalam memeknya bergerak bebas menikmati ruang dalam rahimnya.

Zella mendesah setiap kali pinggulnya naik turun, merasakan peraduan dua kelamin yang sudah terbenam didalam surge dunia. Tanganku tak tinggal diam, kuremasi kedua toket Zella yang dari tadi terus ikut bergoyang seirama goyangannya. Kubiarkan Zella terus menikmati persetubuhan ini. Ketika Zella asyik dengan permainannya, kulingkarkan tanganku dipinggulnya dan kuangkat badanku yang terbaring sejak tadi, lalu lidah kami pun beradu kembali.

“Andaikan kita terus bisa bersama, bercumbu seperti ini, bahagianya hidupku ini Zell ” bisikku pelan ditelinganya

“Aku juga dan kuharap kita selalu bersama selamanya danbisa terus melakukan kenikmtan ini sayang” balas Zella

15menit berlalu, kulihat goyangan pantat Zella mulai melemah. Kutahu kalau Zella mulai kecapekan dan aku langsung mengambil inisiatif menyerang. Kutekan naik turun pinggangku, sementara Zella tetap bertahan diam diatasku. Dan suara “Cep..Clep..Clep..” setiap kali k0ntolku keluar masuk m3meknya.

“Ahh terusss sayaaang….goyang terusss yaaang..nikmattttt..Aaaahh..Ooouuuhhh….” hanya desahan terus menerus yang keluar dari mulut Zella dan aku pun semakin menggencarkan goyanganku.

Suara ranjang berderit menambah panas persetubuhan yang sedang kami lakukan. Kutarik badan Zella tanpa melepaskan k0ntolku yang berlabuh dalam m3meknya dan kuminta Zella berdiri agar kami melakukan gaya sex sambil berdiri.

“Kamu punya banyak gaya ya yank??” ujar Zella yang menggodaku

“Pasti donk, ini kan juga demi kepuasan kamu yank” balasku sambil mulai kugesek-gesekan k0ntolku

“Aaaaggghh..teruss..terusss..Saaayyy..” desah Zella saat k0ntolku berkali-kali menerobos memeknya

Kupeluk tubuh Zella erat-erat sementara jari tangan kirinya membelai lembut jembut m3meknya dan sesekali membantu k0ntolku masuk kembali setiap kali terlepas. Tubuh kami sudah dibasahi keringat yang sedari tadi sudah mengucur. Leher Zella yang mulus kucium, sementara nafas kami mulai berdetak kencang.

“Saayaang.. aku keteteran nih, aku mau klimaks. Jangan curang dong..Ooouuhh” celoteh Zella

“Okeyyy, tahan dulu yaank” kucabut k0ntolku yang sudah sangat basah

Kuminta Zella nungging diranjang, sementara tanganku mengarahkan k0ntolku yang telah siap masuk lagi. Kumasukkan sedikit demi sedikit hingga k0ntolku terbenam semua didalam memek Zella yang sangat nikmat.

“Aaaahhh..tusuuk yaaank..nikmaaattt..terusssss yaaank yang kenceng…” Erangan Zella manja saat k0ntolku mengobok-obok m3meknya

Tanganku memegang pinggangnya agar goyanganku teratur dan k0ntolku tidak terlepas.

“Ouuuhh..nikmaaat sekali yaaank..teruuuss..terusss..yaaannk” desahan Zella semakin menjadi

Betapa nikmatnya saat-saat seperti ini dan terus kuulang sementara mulut kami mendesah merasakan kenikmatan sangat luar biasa setiap kali k0ntolku mempermaikan m3meknya.

“Yaank..aku mo keluar nih..udah gak tahan lagi..Aaahhh..Aaaahhhh..” ujar Zella tiba-tiba

“Tahan sebentar yaaank, aku juga mau sampai niiih..” kutusukkan k0ntolku semakin cepat hingga suara ranjang ikut berderit

Dan kurasakan otot-otot k0ntolku mengejang keras dan cairan pejuhku sudah berkumpul dalam satu titik.

“Aku keluar yaaaank. . .” k0ntolku kucabut dari lubang m3meknya dan Zella pun seketika membalikkan badan dan menjulurkan lidahnya, dikocok-kocoknya batang k0ntolku yang sudah merah dan saat kurasakan tak mampu lagi menahan, kutaruh k0ntolku diantara kedua belah toketnya dan kedua tangan Zellapun menggesek-gesekkan toketnya yang menjepit batang k0ntolku dan tak lama kemudian “Croooott . . .Crooottt. . .Crrrooootttt. . .pejuhku jatuh disekitar dada dan lehernya, sebagian ada yang tumpah diatas sprei. Zella menjilati k0ntolku dan membersihkan sisa-sisa pejuhku yang masih ada.

“Kamu ternyata kuat juga yaaank, aku hampir saja tak berdaya dibuatmu” ujarku sambil kubelai rambut Zella yang sudak acak-acakan

“Aku juga gak nyangka kamu sedasyat ini yaaank….” desahnya manja

Waktu sudah menunjukkan jam 00.30 dan setelah kami istirahat sekitar 20 menit, kami memakai pakaian kami kembali dan membereskan tempat tidur yang sudah berantakan. Dan tak lama kemudian kami pun pergi tidur dikamar masing-masing melepaskan rasa lelah setelah kami “Bercumbu” tadi.

Begitulah kisahku dengan Zella. setiap hari kami selalu melakukannya setiap kali kami ingin dan ada kesempatan. Kami melakukannya dikamar sebelah kalau malam hari, kamar kostku, atau bahkan dikamar mandi sambi mandi bareng saat rumah kost kosong hanya ada kami berdua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *